Monday, 2018-06-18, 12:55 PM
Welcome habul | RSS
My site
Main | Registration | Login
Main » 2010 » November » 20 » Pengukuran VSWR
4:03 PM
Pengukuran VSWR
Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) didefinisikan sebagai perbandingan (atau ratio) antara tegangan rms maksimum dan minimum yang terjadi pada saluran yang tidak match. Bila saluran transmisi dengan beban tidak sesuai (missmatch), di mana impedansi saluran tidak sama dengan Impedansi beban dan gelombang dibangkitkan dari sumber secara kontinyu, maka dalam saluran transmisi selain ada tegangan datang V+

juga terjadi tegangan pantul V-. Akibatnya, dalam saluran akan terjadi interferensi antara V+ dan V- yang membentuk gelombang berdiri (standing wave). Suatu parameter baru yang menyatakan kualitas saluran terhadap gelombang berdiri disebut denganVoltage Standing Wave Ratio (VSWR).

Dibawah ini beberapa persamaan rumus VSWR :

VSWR = Vmax / Vmin …………………………………………(1)

1 + √ (RP / FP)

VSWR = …………………………………..(2)

1 – √ (RP / FP)

Coeffisien Reflected : .ρ =(VSWR-1) / (VSWR+1) ……….(3)

Return Loss (RL) : RL= -20 log ρ ……………..……(4)

FP = Forward Power (Daya yang dipancarkan dari sumber ke beban)

RP = Reflected Power(Daya pantul dari beban ke sumber)

ρ = Coeffisien pantul

Hubungan antara VSWR dengan Return Loss prinsipnya sama saja, nilai VSWR sendiri dinyatakan dalam rasio atau perbandingan dan nilai Return Loss dinyatakan dB. Antena yg bagus menyerap energi 90% dan 10% yg dipantulkan kembali ke sumber.

Nilai VSWR ini sangat dipengaruhi oleh dua hal :

1. Perbedaan Impedanasi saluran transmisi dengan beban.

2. Diskontinuitas saluran transmisi, yg disebabkan oleh pemasangan konektor yg kurang bagus, bending feeder terlalu berlebihan atau kerusakan pada feeder itu sendiri.

ALAT UKUR DAN PROSEDUR PENGUKURAN :

Adapun alat ukur yang digunakan yaitu :

1. Site Master ANRITSU type S3332B

2. Precision OPEN / SHORT,

3. Precision TERMINATION / LOAD

4. Test Port Extension Cable.

Ada 5 (lima) item prosedur pengukuran, diantaranya adalah :

1. Setting Frekuensi dan Kalibrasi

2. Pengukuran VSWR

3. Pengukuran Return Loss (RL)

4. Pengukuran Distance to Fault (DTF)

5. Pengukuran Cable/Waveguide Loss (CL)



I. Setting Frekuensi dan Kalibrasi

Sebelum melakukan pengukuran, sebaiknya alat ukur dikalibrasi terlebih dahulu, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

A). SETTING RANGE FREQ.

1. Tekan tombol MODE

2. Pilih FREQ-VSWR atau Return Loss

3. Tekan ENTER

4. Tekan tombol FREQ/DIST

5. Tekan F1 soft key

6. Masukan angka 8,9,0 atau pilih Freq yg telah ditentukan/disimpan

7. Tekan ENTER utk menentukan F1=890 MHz

8. Tekan F2 soft key

9. Masukan angka 9,6,0 a atau pilih Freq yg telah ditentukan/disimpan

10. Tekan ENTER utk menetukan F2=960 MHz

B). KALIBRASI

1. Tekan Tombol START CAL (akan muncul pesan "Connect Open to RF out port”

2. Pasang precision "OPEN” kemudian tekan ENTER, akan muncul pesan "Measuring OPEN” setelah proses itu selesai muncul pesan "Connect SHORT to RF out port”

3. Lepaskan precision OPEN, pasang precision SHORT kemudian tekan tombol ENTER dan akan muncul pesan

"Measuring SHORT” setelah itu muncul pesan lagi "Connect TERMINATION to RF out”

4. Lepaskan precision SHORT dan pasang precision TERMINATION tekan ENTER dan akan muncul pesan "Measuring TERMINATION”

5. Periksa di sudut kiri atas tulisan CAL ON (alat ukur sudah terkalibrasi dengan baik).


C). AMPLITUDE / LIMIT

1. Tekan tombol AMPLITUDE atau LIMIT untuk masuk ke menu skala.

2. Misal utk VSWR tekan softkey TOP, tentukan nilai atasnya (missal: 1.3 ) dan tekan BOTTOM utk menentukan nilai bawahnya (missal: 1).

3. Misal utk RETURN LOSS tekan softkey TOP, tentukan nilainya (missal: 0) dan tekan BOTTOM utk menentukan nilainya (missal: 54)

D). SAVE SETUP

1. Untuk menyimpan konfigurasi setting tekan SAVE SETUP alu gunakan panah utk memilih lokasi 1-10 dan ENTER.

E). RECALL SETUP

1. Tekan tombol RECALL SETUP.

2. Gunakan panah utk memilih setting yg diinginkan kemudian ekan ENTER.

F). SAVE DISPLAY

1. Tekan SAVE DISPLAY utk mengaktifkan menu alfanumerik

2. Gunakan softkey utk memasukkan huruf/angka yg akan disimpan dalam memori.

G). RECALL DISPLAY

1. Tekan tombol RECALL DISPLAY

2. Gunakan panah utk memilih data yg akan ditampilkan lalu ENTER.

II. Pengukuran VSWR

1. Tekan tombol MODE.

2. Gunakan panah utk memilih FREQ-SWR kemudian tekan ENTER.

3. Untuk memilih range Frekuensi seperti PROSEDUR A.

4. Kemudian Kalibrasi seperti prosedur B.

5. Setelah itu pasang konektor feeder (ujungnya dibebani antenna) ke alat ukur atau bisa juga menggunakan kabel extension dari alat ukur, hal ini utk memudahkan mobilisasi pengukuran.

6. Kemudian amati hasil pengukuran dan tandai amplitudo grafiknya dengan marker

SETTING MARKER

1. Tekan tombol MARKER utk masuk ke menu marker.

2. Tekan softkey M1, tekan softkey EDIT dan masukan nilai

frekuensi yg diinginkan (missal: 900) tekan ENTER, setting M1=900 MHz. Tekan softkey BACK utk kembali ke menu marker.

3. Ulangi langkah1 dan 2 utk M2.

III. Pengukuran Return Loss

1. Tekan Tombol MODE.

2. Gunakan panah utk memilih FREQ-RETURN LOSS kemudian tekan ENTER

3. Langkah-langkah berikutnya sama dengan pengukuran VSWR.

V. Pengukuran Distance to Fault

1. Tekan tombol MODE

2. Gunakan panah utk memilih DTF-SWR lalu ENTER

3. Setting kalibrasi dan range freq. seperti langkah A & B.


IV. Pengukuran Cable/Waveguide Loss

Pengukuran Cable Loss ini menggunakan Precision SHORT di ujung feedernya.

1. Tekan tombol MODE

2. Gunakan panah dan pilih CABLE LOSS-ONE PORT, tekan ENTER

3. Tekan AMPLITUDE utk masuk ke menu skala

4. Tekan softkey TOP lalu tentukan nilai atasnya

5. Tekan softkey BOTTOM lalu tentukan bawahnya.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :

1. Kalibrasi alat ukur harus selalu dilakukan sebelum memulai pengukuran.

2. Mengetahui spesifikasi material seperti Loss Connector, Feeder, jumper eeder, splitter, antenna dan lain-lain.

3. Sebelum pengukuran, pastikan dahulu bahwa instalasi sudah terpasang bagus.

4. Menggunakan kabel extension lebih leluasa bergerak dalam melakukan pngukuran.

5. dapat pula menggunakan antena dummi untuk pengukuran.

6. DTF dapat menentukan letak loss cable paling besar.

7. periksalah setiap jumperan kabel feeder sebelum mengukur.

8. D2 dapat ditentukan berdasarkan ketinggian tower.

9. alarm VSWR1 antara 1,2 db sampai 3 db

10. alarm VSWR2 lebih dari 3 db

point 9 dan 10 berlaku untuk perangkat Huawei BTS

Thx semoga bermanfaat :)

Views: 3770 | Added by: habul | Rating: 5.0/1
Total comments: 1
1  
Thanks gan... Nice Blog

Name *:
Email *:
Code *:
Our poll
Rate my site
Total of answers: 70

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Login form

Search

Calendar
«  November 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930

Entries archive


Copyright MyCorp © 2018